Sepertinya
sudah menjadi warisan, bila ungkapan “tadqir tak bisa diubah” turun temurun
menetes dari generasi ke generasi. Tak hanya keinginan menjadi seorang penulis. Bahkan, dalam kehidupan sosial yang lebih luas, stigma itu sudah 'membunuh' kreativitas umat manusia.
Kebekuan
kreativitas karena anggapan takdir yang salah itu. Banyaknya komunitas
perenung sejati, bukan penenun cita-cita hakiki berada dimana-mana. Padahal, setiap hidup ada perjuangan dan
pengorbanan. Para penenun cita-cita sejati punya talenta, ketekunan,
keseriusan, dan ambisi positif.
Bukan seperti karakter perenung sejati. Talenta mereka jadi terlunta. Ketekunan menjadi keterkungkungan. Bahkan, ambisi menjadi ‘ambeien’ yang nyaris tak berdaya menjalani hidup.
Mari kita belajar dari EL James. Setelah
dinobatkan sebagai penulis buku novel terkaya 2013, EL James bisa ditiru untuk bisa menjadi seorang penulis.
Penulis novel laris lewat karyanya ‘Fifty Shades of Grey’, ia bisa mengalahkan buku-buku Harry Potter. Bahkan, novel karya EL James menginspirasi fantasi sex laki-laki dan perempuan di negara-negara tertentu.
Penulis novel laris lewat karyanya ‘Fifty Shades of Grey’, ia bisa mengalahkan buku-buku Harry Potter. Bahkan, novel karya EL James menginspirasi fantasi sex laki-laki dan perempuan di negara-negara tertentu.
Wanita
di Inggris misalkan, seperti dikutip dari laman indianexpress.com, (4/7/2012),
mencoba untuk membuat trik baru di kamar tidur mereka dengan memperkenalkan
penutup mata dan borgol serta menciptakan 'ruang bermain' mini sendiri.
Dalam
sebuah survei terungkap, hampir 80 persen dari mereka mengaku menemukan ide mengalah
pada laki-laki yang dominan seperti Christian Grey. Dan 90 persen pria mengaku
bahwa mereka terangsang oleh gagasan seorang wanita yang patuh seperti Ana.
Christian Grey dan Anastasia Steele
adalah dua tokoh dalam novel ‘Fifty Shades of Grey’ karya EL James.
Di
sisi lain, sebanyak 43 persen responden mengatakan, setelah membaca buku
X-rated mereka sekarang lebih cenderung menggunakan borgol di seksual role
play. Sementara, 47 persen mengaku mereka ingin bereksperimen dengan penutup
mata dan gigi perbudakan lainnya.
Sementara
itu, kompas.com mengutip situs kencan seekingarrangement.com, menugaskan survei di antara 1,5 juta
anggotanya dan menemukan bahwa seperempat dari gadis-gadis sangat antusias
untuk memiliki versi mereka sendiri dari hubungan dominan subimssive seperti karakter Ana.
Bahkan, mereka percaya, Fifty Shades memiliki pengaruh besar pada kebiasaan seksual pasangan. "Lima puluh Shades telah membuka mata orang untuk segala macam hal-hal baru. Hal ini telah membuat kita semua lebih banyak petualangan di kamar tidur," katanya.
Bahkan,
dalam survei ini, novel ‘Fifty Shades of Grey’ mengubah fantasi kaum pria. Sebanyak 90 persen mengaku jadi turn
on dengan perempuan penurut yang mampu mendominasi seperti karakter
Anastasia. Bahkan, sebanyak 79 persen perempuan ingin dikuasai laki-laki
seperti karakter Christian di atas ranjang.
Sementara itu, EL James sendiri menegaskan, dirinya masih terkesan dengan reaksi (orang-orang) pada buku ini. “Orang-orang mengatakan padaku hal-hal paling intim. Seorang wanita lain mengatakan padaku mereka bisa orgasme hanya karena membaca buku ini," tutur James.
Sementara itu, EL James sendiri menegaskan, dirinya masih terkesan dengan reaksi (orang-orang) pada buku ini. “Orang-orang mengatakan padaku hal-hal paling intim. Seorang wanita lain mengatakan padaku mereka bisa orgasme hanya karena membaca buku ini," tutur James.
James yang pemalu itu mengatakan, novel trilogi Fifty Shades dihasilkan saat dia merasa tengah puber kedua. "Semua fantasiku ada di sana, semuanya," ujarnya dalam wawancara dengan Shropshire Star.
Menurut James, salah satu yang mengantarkan novel ‘Fifty Shades of Grey’ sangat menarik dan disukai banyak wanita di berbagai belahan dunia karena novelnya itu mengurai merupakan sebuah kisah cinta yang menggunakan hati.
Trik EL James tentu bisa ditiru. Gunakan hati jika ingin menjadi penulis buku. ***/INDIANAEXPRESS/KOMPAS/

0 komentar:
Posting Komentar